Berita Baru, Aceh Tamiang – Pascabanjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, kebutuhan akan air bersih menjadi persoalan paling mendesak bagi warga terdampak. Menyikapi kondisi tersebut, Universitas Jember (unej) melalui Tim Relawan dan program unej-Watermenghadirkan layanan air bersih siap minum (ABSM) bagi masyarakat di wilayah terdampak.
Tim Relawan UNEJ mengoperasikan dua unit mesin water treatment yang ditempatkan di Desa Dagang Setia, Kecamatan Manyak Payed, serta Desa Alur Bemban, Kecamatan Karang Baru. Mesin tersebut memanfaatkan air baku dari sumur warga yang kemudian diolah menjadi air layak minum serta air bersih untuk kebutuhan memasak, mandi, dan sanitasi harian.
Anggota Tim Relawan UNEJ, Ns. Baskoro Setioputro, M.Kep, mengatakan pemulihan akses air bersih menjadi prioritas utama dalam fase tanggap darurat bencana.
Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang tidak dapat ditunda, terutama di lokasi pengungsian dan permukiman terdampak. Penanganan ini kami lakukan secara kolaboratif dengan masyarakat setempat agar berjalan cepat dan tepat sasaran,” ujarnya.
Ia menambahkan, banjir bandang telah mencemari sumber air warga dan merusak infrastruktur air bersih, sehingga diperlukan respons cepat dan terkoordinasi guna mencegah krisis kesehatan di tengah masyarakat.
Hal senada disampaikan Dr. drg. Banun Kusumawardani, M.Kes, Ketua Pelaksana PPM Tanggap Darurat Bencana Universitas Jember. Menurutnya, keterbatasan air bersih berpotensi meningkatkan risiko penyakit berbasis lingkungan.
Selama pelayanan kesehatan, kami menemukan kasus diare, penyakit kulit, serta gangguan saluran pencernaan yang cukup dominan. Ketersediaan air bersih sangat penting untuk memutus rantai penularan penyakit tersebut,” jelasnya.
Berdasarkan hasil survei lapangan Tim UNEJ-Water, sebelum bantuan water treatment beroperasi, pasokan air dari mobil tangki relawan hanya mencukupi kebutuhan minum dan jumlahnya sangat terbatas. Sementara untuk keperluan memasak, mandi, mencuci, dan sanitasi, sebagian warga terpaksa memanfaatkan air dari aliran sawah yang berisiko terhadap kesehatan.
Program UNEJ-Water merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “UNEJ Bergerak dan Berdampak untuk Aceh Tamiang


