Gelar Apel Hari Kesiapsiagaan Bencana 2024, LP2M Unej Berharap Wujudkan Masyarakat Tangguh Bencana

Pusat Lingkungan Hidup dan Kebencanaan LP2M Universitas Jember (Unej)  berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember laksanakan Apel Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) tahun 2024 pada Selasa, (28/05/2024) pukul 08.00 WIB.Apel yang dipimpin langsung oleh Bupati Jember, Hendy Siswanto tersebut bertujuan untuk mendorong masyarakat agar mampu mengelola ancaman dari bencana yang kerap/berpotensi terjadi di lingkungannya.Setelah apel di gelar, peserta peserta melanjutkan kegiatannya dengan Susur Jalur Evakuasi Tsunami tepatnya pada pukul 10.00 WIB.Kegiatan apel tersebut mendapatkan dukungan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi karena dalam pelaksanaannya sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 33 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana.

Koordinator Pusat Lingkungan Hidup dan Kebencanaan LP2M-UNEJ, Dr. drg. Banun Kusumawardani, M.Kes., mengatakan bahwa Hari Kesiapsiagaan Bencana bertujuan meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan seluruh lapisan masyarakat demi terciptanya lndonesia Tangguh Bencana.“Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana menjadi momentum membangun budaya sadar bencana dimana masyarakat melakukan evakuasi secara mandiri secara rutin. Hari Kesiapsiagaan Bencana tahun 2024 mengangkat tema ‘Siap Untuk Selamat’ dengan subtema ‘Indonesia Tangguh Indonesia Hebat’,” ungkapnya pada Selasa (28/05).Sementara itu, Dr. Ali Badrudin, S.S., M.A. selaku Wakil Ketua III LP2M Universitas Jember, menyebut jika tren bencana di Indonesia mengalami peningkatan sehingga peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana dirasa penting untuk menguatkan kesadaran masyarakat terkait mitigasi bencana alam.“Tren bencana ke depan cenderung meningkat, di antaranya 92% adalah bencana hidrometeorologi.  Berdasarkan data dari Geoportal BNPB, selama periode Januari-April 2024 Indonesia dilanda 629 bencana. Bencana banjir menjadi bencana yang paling banyak terjadi, yakni sebanyak 408 kejadian di seluruh Indonesia,” terangnya.Hal serupa juga ditegaskan oleh Prof. Dr. Yuli Witono, S.TP., M.P., Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Jember, yang memperingatkan bahwa bencana tidak bisa ditanggulangi sendiri oleh pemerintah, namun harus pula didukung oleh seluruh komponen masyarakat.“Harapannya dengan upaya Edukasi Kebencanaan ini, semua pihak menjadi peduli terhadap kemungkinan terjadinya bencana sehingga mitigasi bencana dan pencegahan bencana dapat dilakukan secara bersinergi antara semua pihak,” pungkas Prof. Yuli.Terakhir, kepala LP2M itu mengajak masyarakat untuk menjadikan Hari Kesiapsiagaan Bencana sebagai momentum yang tepat membangun kesadaran terhadap potensi bencana yang terjadi di sekitarnya sehingga senantiasa siaga dalam menghadapi bencana yang dapat terjadi kapan saja.“Mari Siap siaga terhadap Bencana demi Keselamatan Diri Sendiri dan Orang Tercinta!” tutupnya.

Keatas