Penerjunan Mahasiswa KKN 3T DI Raja Ampat dan Halmahera Selatan

   KKN di daerah Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (KKN 3T), terdapat dua lokasi yaitu 10 mahasiswa di Raja Ampat dan 10 mahasiswa di Halmahera Selatan. Khusus untuk lokasi KKN di Raja Ampat dan Halmahera Selatan, LPPM UNEJ bekerja sama dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendesa) melalui program TEKAD, atau Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu. Program ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat desa di wilayah Indonesia Timur agar mampu berkontribusi pada transformasi dan pertumbuhan inklusif.

    Rektor UNEJ, Dr. Ir. Iwan Taruna, M.Eng., IPM., ASEAN Eng., dalam sambutannya secara resmi melepas mahasiswa KKN, menyatakan, setiap program KKN merupakan wujud nyata komitmen Universitas Jember dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan mampu memberikan kontribusi positif bagi kemajuan bangsa.

   KKN adalah kesempatan untuk mempelajari keterampilan komunikasi dan jiwa kepekaan sosial, karena hal-hal ini tidak ada bukunya melainkan harus didapat dari pengalaman langsung

   Rektor juga berpesan kepada para mahasiswa untuk mencermati lingkungan sekitar, berhati-hati dalam berlalu lintas, menjaga diri, memantau situasi, serta senantiasa menjaga ketertiban dan menciptakan suasana yang kondusif di masyarakat.

   Sebelumnya, Kepala LPPM UNEJ, Prof. Dr. Yuli Witono, S.TP., MP, melaporkan bahwa sebaran mahasiswa KKN berdasarkan wilayahnya adalah sebanyak 531 mahasiswa di Banyuwangi, 634 mahasiswa di Bondowoso, 291 mahasiswa di Pasuruan, dan 35 mahasiswa di Lamongan.

Keatas